Jum'at 4 April 2025

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

DKI dan BULOG-nya Seni

Meneer Pangky
Senin, Maret 28, 2022 | 07:00 WIB Last Updated 2022-03-28T00:00:00Z
Tahun 2019 saya amini ajakan Sihabudin Lebe untuk masuk menjadi pengurus DKI. Saya dapati beribu keluh kesah seniman. Tentu saja saya hanya dengerin. Saya belum bisa melakukan apa-apa. Memberikan janji perbaikan.

Ucha M. Sarna mendorong. "Neer, sira kan ning pengembangan. Litbang. Ya coba lakukan apa tah apa?". Merasa ditantang secara intelektual, lalu saya bikin tim kecil untuk riset seni dan budaya Indramayu. Kami brainstorming beberapa kali. Bim sala bim, jadilah naskah project riset database kesenian Indramayu.

Sekali dipaparkan, datanglah pageblug korona. Alangan-alangan. Burak santak. Anggaran sepenuhnya untuk penanganan musibah tersebut. Sampai tak terasa di penghujung masa bakti kepengurusan DKI, saya belum melakukan apa-apa.
Antara kesuraman dan keluh kesah seniman yang ruwed itu, saya meyakini, kita (semua komponen seni) bisa mengurainya. Itulah yang saya tangkap dari pidato kandidat-kandidat calon ketua DKI.

Apalagi minggu siang kemaren, DKI sudah punya ketua baru. Ray Mengku Sutentra orangnya. Saya kenal betul sejak 2014. Semangatnya, pikiran-pikirannya. Semoga bisa mengurai keluh kesah seniman Indramayu.

Syukur-syukur terobosan menjadikan DKI sebagai bulog-nya seni bisa terwujud. DKI bisa memerankan diri sebagai bulog, sebagai bank seni yang diimpikan itu. Tentu saja tanpa dukungan pemerintah daerah, mimpi bulog seni hanya bualan semata.

Kita tahu persis seniman itu ingin cepet dapat uang setelah mereka berkarya. Ora bisa karya mereka ditimbun seperti minyak goreng. Itulah masalah hampir semua seniman Indramayu. Krodongan sarung toponge welit, nangis gerung-gerung wetenge mlilit. (Meneer Pangky/RS)***
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DKI dan BULOG-nya Seni

Trending Now